Terpinggirkan dari Bantuan, Pasangan Lumpuh Ini Hidup di Gubuk Tak Layak Huni


JMNpost.com | Aceh Timur, Potret pilu kehidupan dialami pasangan suami istri, Irfan Leo dan Nurmala Adam, warga Dusun Alue Ketapang, Desa Seuneubok Benteng, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur. Di tengah berbagai program bantuan pemerintah yang digulirkan, keduanya justru masih bertahan hidup di sebuah gubuk kayu reyot yang jauh dari standar kelayakan hunian.

Rumah yang mereka tempati nyaris tak layak disebut tempat tinggal. Dinding papan yang rapuh, atap seadanya, serta kondisi bangunan yang terbuka membuat mereka harus pasrah menghadapi panas terik dan hujan yang sewaktu-waktu masuk ke dalam rumah.

Kondisi ini semakin berat karena Irfan Leo telah mengalami lumpuh selama bertahun-tahun dan tidak lagi mampu bekerja. Praktis, beban kehidupan hanya bergantung pada Nurmala Adam yang tidak memiliki penghasilan tetap.

Dengan keterbatasan tersebut, pasangan ini hidup dalam kondisi serba kekurangan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja mereka kesulitan, apalagi untuk memperbaiki rumah yang kondisinya kian memprihatinkan.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, pasangan ini pernah mendapat kunjungan dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) pada tahun lalu dan menerima bantuan kursi roda dari Dinas Sosial. Namun, setelah bantuan tersebut, tidak ada tindak lanjut lain terkait kondisi tempat tinggal mereka.

Ironisnya, di tengah gencarnya program bantuan perumahan, nama Irfan Leo dan Nurmala Adam belum juga tersentuh realisasi bantuan. Padahal, mereka sempat dijanjikan akan mendapatkan program rehabilitasi rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Harapan itu kembali pupus setelah mereka diminta menyediakan dana tambahan sebesar Rp5 juta sebagai syarat pelaksanaan program, yang jelas berada di luar kemampuan mereka.

“Untuk makan sehari-hari saja kami kesulitan, apalagi harus menyediakan uang sebanyak itu,” ujar Nurmala Adam dengan nada lirih, Minggu (5/4/2026).

Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang ketepatan sasaran program bantuan sosial, khususnya bagi warga dengan kondisi ekonomi dan kesehatan yang sangat rentan. Pasangan ini berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait agar mereka dapat segera memperoleh hunian yang layak dan kehidupan yang lebih manusiawi.

Post a Comment

Previous Post Next Post