JMNPost.com | Aceh Timur IDI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Timur melakukan terobosan baru dalam sistem pengawasan pendidikan dengan menggelar monitoring sekolah tingkat SD dan SMPN 1 se-Kabupaten Aceh Timur secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting pada Sabtu, 4 April 2026.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur, Bustami, S.Pd., M.Si, yang juga merupakan Ketua PGRI Aceh Timur. Beliau menjelaskan bahwa pemantauan daring ini bertujuan untuk melihat kesiapan sekolah dalam menyambut dan menyapa peserta didik di pagi hari (budaya Guru Menyapa) serta memantau kondisi riil satuan pendidikan di lapangan.
"Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pembinaan dan pengawasan yang efektif, mengingat luasnya wilayah dan banyaknya satuan pendidikan di Aceh Timur. Kita harus terus berinovasi menemukan pola ideal untuk mengawasi program sekolah," ujar Bustami.
Lebih lanjut, Bustami menekankan bahwa program ini sejalan dengan arahan Bupati Aceh Timur, Bapak Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., terkait efisiensi anggaran pada seluruh perangkat daerah. Dengan pemantauan virtual, koordinasi dapat dilakukan secara masif tanpa memakan biaya perjalanan dinas yang besar, sekaligus meningkatkan disiplin guru dan ASN di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Koordinator MKKS, Suhaimi, S.Pd yang juga merupakan Kepala SMP N 1 Peudawa, menyambut baik program inovatif ini. Menurutnya, sarana ini sudah lama dinantikan sebagai media bagi sekolah dan pengawas untuk melaporkan permasalahan pendidikan secara langsung dari satuan pendidikan masing-masing.
Meski merupakan kegiatan perdana, antusiasme para Kepala Sekolah terlihat sangat luar biasa. Salah satu tantangan yang muncul adalah kendala jaringan internet di wilayah terpencil. Bapak Usman, Kepala SDN 1 Panton Rayeuk T, melaporkan bahwa pihak sekolah bahkan berupaya mencari sinyal hingga ke area perbukitan demi bisa terhubung dengan pertemuan virtual ini.
Menanggapi kendala tersebut, pihak Dinas Pendidikan menjadikan hal ini sebagai motivasi tambahan. "Kami menyadari masih ada sekolah yang belum terhubung internet dengan baik. Justru ini menjadi masukan berharga bagi kami untuk mengoptimalkan pemerataan akses pembelajaran di seluruh pelosok Aceh Timur," pungkas Bustami.
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan sekolah dasar dan menengah ini dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan direncanakan akan menjadi agenda rutin dalam mengevaluasi pelayanan pendidikan di Kabupaten Aceh Timur.
Red/Rilis/ASR

Post a Comment