Darul Aman Jadi Zona Merah Lubang Maut, Aktivis Desak Perbaikan Total Jalinsum

Foto ilustrasi


JMNpost.com | Aceh Timur, – Aktivis HAM sekaligus pegiat media sosial, Razali alias Nyakli Maop, menyoroti keras kondisi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang melintasi Kecamatan Darul Aman dan menyebut kawasan tersebut telah berubah menjadi

“zona merah” lubang maut. Ia menilai kerusakan parah tidak hanya terjadi di beberapa titik, tetapi hampir merata di seluruh desa yang dilalui jalur nasional tersebut.

Razali menegaskan, tiga desa yang selama ini disorot, Bagok Panah Sa, Dama Polou Sa, dan Beunoet, hanyalah contoh dari titik-titik terburuk. Menurutnya, hampir seluruh desa di Kecamatan Darul Aman memiliki kerusakan serupa, di mana lubang jalan terus muncul kembali meski telah dilakukan perbaikan setiap tahun.

“Ini bukan hanya masalah tiga desa, tapi hampir semua desa di Kecamatan Darul Aman punya lubang maut. Jalan ini sudah menjadi zona merah yang setiap tahunnya menelan korban jiwa. Kondisi ini membuktikan perbaikan yang dilakukan selama ini tidak pernah efektif atau bersifat permanen,” tegas Razali alias Nyakli Maop, 24/11/2025.

Ia menyebut, kondisi tersebut tidak hanya merugikan masyarakat setempat, melainkan juga para pengguna jalur Medan–Banda Aceh yang melintas setiap hari. Kerusakan jalan yang semakin melebar, ditambah curah hujan tinggi, membuat lubang tertutup genangan dan sulit terlihat pada malam hari. Situasi ini menjadi salah satu pemicu kecelakaan yang berulang dan menelan korban jiwa.

Dari pantauan lapangan yang turut dihimpun media lokal, lubang-lubang besar dan dalam tampak tersebar di banyak titik sepanjang jalur Darul Aman. Selain rawan kecelakaan, keadaan tersebut juga memicu kemacetan dan memperlambat aktivitas warga.

Atas dasar itu, Razali mendesak Pemerintah Aceh, Pemerintah Aceh Timur, serta Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) agar melakukan penanganan menyeluruh dan bukan lagi perbaikan tambal sulam yang dinilai hanya bertahan sebentar.

“Kami mendesak agar segera ada tindakan total, bukan hanya perbaikan tambal sulam yang sia-sia dan kembali rusak di tahun berikutnya. Keselamatan warga dan pengguna jalan harus menjadi prioritas. Jika tidak bisa diperbaiki segera, pasang rambu bahaya di seluruh titik lubang agar tidak ada lagi nyawa yang melayang,” pungkasnya, 24/11/2025.

Jika mau ditambah unsur konfirmasi ke pemerintah atau BPJN biar makin kuat dan berimbang, bilang saja bro, langsung saya lengkapi.

Post a Comment

Previous Post Next Post