JMNpost.com | Aceh Timur – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Aceh Timur meminta pemerintah pusat segera menetapkan banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bencana nasional. Desakan ini disampaikan langsung oleh Bendahara PC IPNU Aceh Timur, Tgk. Andri Saputra, setelah melihat dampak kerusakan dan kerugian masyarakat yang sudah mencapai angka triliunan rupiah.
Menurut Tgk. Andri Saputra, Aceh menjadi wilayah dengan kondisi paling parah. Selain ribuan rumah dan fasilitas publik terendam, banyak daerah mengalami gangguan jaringan telekomunikasi, sehingga menyulitkan proses evakuasi dan distribusi bantuan.
“Ini bukan musibah yang bisa dihadapi oleh satu provinsi saja. Skalanya sangat besar dan memerlukan penanganan cepat, akurat, serta dukungan penuh dari pemerintah pusat,” tegas Tgk. Andri Saputra dalam keterangan resminya.
Pemerintah Aceh sebelumnya telah menetapkan banjir ini sebagai bencana daerah. Namun, menurut IPNU Aceh Timur, status tersebut belum cukup untuk menjawab tantangan di lapangan. Mengingat bencana terjadi secara luas dan melibatkan tiga provinsi, diperlukan koordinasi nasional agar penanganan bisa berjalan maksimal.
“Jika segera ditetapkan sebagai bencana nasional, maka mobilisasi bantuan, logistik, tenaga medis, serta alat berat akan lebih cepat dan terkoordinasi. Kita harus menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama,” tambah Tgk. Andri.
Laporan awal menunjukkan bahwa selain kerusakan infrastruktur, banyak warga kehilangan rumah, lahan pertanian, dan mata pencaharian. Sejumlah akses transportasi juga terputus akibat tingginya debit air dan longsor di berbagai titik.
IPNU Aceh Timur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada, saling membantu, dan mematuhi arahan dari tim penanggulangan bencana. Mereka berharap keputusan pemerintah pusat dapat segera diambil agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran.
.jpg)
Post a Comment