JMNpost.com | Aceh Timur, - Keluarga Lawati di Dusun Alue Lipah, Desa Buket Bata, Kecamatan Pante Bidari, kembali mendapat perhatian publik setelah kondisi tempat tinggal mereka yang berupa gubuk reot viral di media sosial. Menyikapi hal tersebut, Dinas Sosial Aceh Timur bersama Muspika Pante Bidari dan Satgasus Badan Advokasi Indonesia turun langsung menyalurkan bantuan untuk meringankan beban keluarga miskin tersebut.
Rombongan dipimpin Camat Pante Bidari, Darkasyi, yang mendatangi kediaman Lawati sambil membawa berbagai kebutuhan pokok. Bantuan yang diberikan meliputi beras, mi instan, telur, perlengkapan pakaian, sajadah, mukena, kasur, serta tenda darurat. Camat Darkasyi juga menyerahkan uang tunai yang dialokasikan untuk ketiga anak Lawati. Dalam kunjungan itu, rombongan diguyur hujan, namun kegiatan tetap dilanjutkan demi memastikan bantuan tiba tepat sasaran.
“Meskipun diguyur hujan, Camat beserta jajaran dan rombongan terlihat basah namun itu tidak menjadi halangan dan rintangan untuk membantu masyarakat miskin yang hidup di bawah gubuk reot ini,” demikian pantauan awak media 24/11/2025.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara Muspika sebagai pelaksana lapangan, Dinas Sosial sebagai pihak yang menyiapkan kebutuhan bantuan sosial, dan Satgasus BAI yang turut mengawal advokasi terhadap kondisi keluarga miskin tersebut. Kapolsek Pante Bidari, Irwan, yang hadir dalam kegiatan itu, memberikan semangat kepada keluarga Lawati.
“Kami mengingatkan Lawati sekeluarga agar terus berdoa, semoga apa yang telah diusahakan oleh rekan-rekan dari Muspika, Satgasus BAI, dan awak media bisa segera dirasakan dampaknya,” ujar Kapolsek 24/11/2025.
Tokoh masyarakat Muhammad Hambali atau Panglima Bali, bersama Perkeng dan Abu, juga ikut hadir dalam kegiatan itu. Ia menekankan bahwa persoalan tempat tinggal layak bagi Lawati harus segera mendapatkan prioritas pemerintah daerah.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Bapak Bupati Iskandar Usman Al-Falakky agar pemerintah dan dinas terkait bisa memprioritaskan rumah untuk Ibu Lawati dan sekeluarga,” kata Panglima Bali 24/11/2025.
Saat ini keluarga Lawati masih menempati gubuk dengan kondisi jauh dari standar kelayakan. Pihak kecamatan, Dinas Sosial, dan pendamping dari berbagai unsur menyatakan akan terus memonitor perkembangan dan berharap upaya pemenuhan hunian layak dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Post a Comment