HP COD Senilai Rp2 Juta Diduga Dirampas, Kurir SPX Kejar Pelaku hingga Masuk Hutan di Aceh Timur

JMNpost.com | Aceh Timur – Seorang kurir Shopee Express (SPX) bernama Adwil Lana menjadi korban dugaan tindak pidana saat mengantarkan paket Cash on Delivery (COD) di Gampong Seuneubok Baroh, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (19/7/2026).

Peristiwa tersebut terjadi ketika Adwil Lana mengantarkan paket ke-28 pada hari itu. Sebelumnya, sebanyak 27 paket telah berhasil diantarkan kepada pelanggan tanpa kendala.

Menurut keterangan Adwil Lana kepada JMNpost.com, paket terakhir yang diantarkan merupakan paket COD yang diduga berisi telepon genggam (HP) dengan nilai sekitar Rp2 juta lebih. Namun, ia mengaku tidak mengetahui merek maupun tipe HP tersebut karena kurir hanya bertugas mengantarkan barang kepada penerima.

Setibanya di lokasi, Adwil memanggil nama penerima sesuai data yang tertera pada aplikasi. Nama yang tercantum sebagai penerima adalah Khairul.

Pria yang menerima paket tersebut kemudian meminta agar isi paket diperiksa terlebih dahulu sebelum melakukan pembayaran.

Namun, Adwil menolak permintaan tersebut karena prosedur layanan COD tidak memperbolehkan paket dibuka sebelum pembayaran dilakukan.

"Saya bilang, kalau mau cek barang harus dibayar dulu. Kalau nanti barangnya tidak sesuai, bisa diajukan retur sesuai prosedur Shopee," ujar Adwil.

Menurut pengakuannya, pria tersebut diduga tiba-tiba merebut paket dari tangannya dan langsung melarikan diri tanpa melakukan pembayaran.

Adwil spontan mengejar pria tersebut. Aksi kejar-kejaran pun sempat terjadi. Bahkan, ia mengaku hampir berhasil memegang baju pria tersebut.

Namun pelaku berhasil lolos setelah melompati pagar kawat di sekitar lokasi. Sandal pelaku bahkan disebut hampir terlepas saat melompati pagar sebelum akhirnya terus berlari menuju kawasan hutan di sekitar Gampong Seuneubok Baroh.




Karena medan yang sulit dan cukup berbahaya, Adwil memutuskan menghentikan pengejaran.

Beberapa saat kemudian, menurut Adwil, muncul beberapa orang yang ikut masuk ke kawasan hutan dengan alasan membantu mencari pelaku. Namun ia menduga orang-orang tersebut merupakan rekan pelaku yang hanya berpura-pura melakukan pengejaran.

Usai kejadian, Adwil kemudian bertanya kepada sejumlah warga sekitar mengenai identitas pria tersebut.

Dari informasi yang diperolehnya, pria yang menerima paket itu disebut bukan warga Gampong Seuneubok Baroh, melainkan berasal dari Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur.

Warga juga menyampaikan berbagai informasi mengenai pria tersebut. Namun, JMNpost.com belum dapat memverifikasi secara independen informasi tersebut sehingga tidak menyajikannya sebagai fakta yang telah terbukti.

Atas saran warga, Adwil bersama beberapa rekannya kemudian mendatangi Polsek Darul Aman untuk meminta arahan terkait langkah hukum yang harus ditempuh.

Menurut Adwil, di Polsek Darul Aman belum terdapat unit Reserse Kriminal (Reskrim) yang menangani perkara tersebut sehingga ia diarahkan untuk membuat laporan ke satuan kepolisian yang berwenang.

Adwil berharap aparat kepolisian dapat segera menindaklanjuti kasus tersebut agar tidak ada lagi korban dengan modus serupa.

"Saya berharap pelakunya segera ditangkap. Jangan sampai kurir lain atau masyarakat menjadi korban berikutnya," harapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, JMNpost.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian mengenai penanganan kasus tersebut.

Post a Comment

Previous Post Next Post