JMNPost.Com | Aceh Timur– Suka cita perayaan Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026 di Kecamatan Pante Bidari, wilayah yang terdampak paling parah bencana banjir setahun lalu, terasa sangat berbeda. Di tengah suasana hari raya yang seharusnya penuh kebahagiaan, ratusan warga justru harus menahan keprihatinan mendalam. Pasalnya, sudah tujuh bulan telah berlalu sejak bencana melanda, namun kondisi ekonomi masyarakat dinilai masih lumpuh total dan bantuan pemulihan dari pemerintah dirasakan belum menyentuh seluruh lapisan korban. Selasa 26 Mei 2026
Keluhan masif muncul dari warga yang mengaku sangat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar keluarga mulai dari di hari raya ini. Masyarakat menilai, perhatian pemerintah terhadap pemulihan pasca bencana sangat minim, tidak merata, dan banyak janji yang belum terpenuhi hingga saat ini.
Berdasarkan penuturan warga di wilayah kemungkiman blang sunong saat kejadian bencana berlangsung, penanganan awal pun dinilai lambat dan terbatas. Bantuan yang disalurkan kala itu hanya berupa beras dari merek Bulog dan tenda darurat yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan saja. Ironisnya, bantuan tempat berteduh tersebut justru tiba terlambat, bahkan baru datang setelah masyarakat korban berinisiatif membuat tempat berlindung sendiri demi menyelamatkan keluarga.
"Baru setelah dua bulan berlalu, bantuan mulai masuk melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial RI. Namun sampai sekarang, rasanya bantuan itu belum kami rasakan dampaknya secara nyata," ungkap salah satu warga di daerah itu
Ketimpangan penyaluran bantuan terlihat sangat jelas hingga kini . Hanya Bantuan tempat tinggal sementara (huntara) diterima oleh warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Sementara itu, warga yang rumahnya masuk kategori rusak sedang maupun rusak ringan, sama sekali belum mendapatkan bantuan apapun untuk perbaikan atau pemulihan tempat tinggal.
Hal serupa juga terjadi pada bantuan Jaminan Hidup (Jadup) yang dijanjikan pemerintah akan disalurkan selama tiga bulan bagi korban bencana. Di wilayah terdampak namun yang terparah seperti di sejumlah desa di Kecamatan Pante Bidari, bantuan tersebut dikabarkan belum diterima secara utuh dan merata oleh seluruh warga yang berhak menerimanya.
Kini, hari raya 27 Mei 2027 di momen Idul Adha ini, warga berharap keluhan mereka didengar oleh pemerintah. Di tengah ekonomi yang belum bangkit dan bantuan yang macet di tengah jalan, masyarakat berharap ada langkah nyata dan solusi cepat agar mereka bisa kembali hidup layak dan bangkit dari keterpurukan akibat bencana yang menimpa setahun silam.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang terkait keluhan keterlambatan dan ketimpangan penyaluran bantuan tersebut.

Post a Comment