JMNPost.com |Aceh Tamiang – Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Samudra melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Pada Senin, (6/4)
Kegiatan tersebut sebagai bagian dari program tanggap darurat bencana tahun 2026. Kegiatan ini menghasilkan data spasial yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pemulihan pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2025.
Tim pengabdian yang dipimpin oleh Zaidan Zikri Malem, S.Pd., M.Sc. bersama mahasiswa menyusun Peta Sebaran Bangunan Permukiman Terdampak, yang menunjukkan distribusi bangunan pada area genangan banjir.
Berdasarkan hasil pemetaan, tercatat sekitar ±8.105 titik bangunan terdampak dengan luas area genangan mencapai ±7.037,67 hektar.
Selain itu, tim dosen Pendidikan Geografi juga menghasilkan tiga peta tematik lainnya, yaitu: Peta Inundasi Banjir, Peta Fasilitas Umum dan Sosial (Fasum & Fasos) Terdampak, Peta Tutupan Lahan Terdampak.
Proses pemetaan dilakukan melalui tahapan digitasi bangunan berbasis citra satelit, survei lapangan (ground check), pengolahan data dengan Sistem Informasi Geografis (SIG), hingga validasi data. Luaran berupa peta tematik kemudian diserahkan langsung kepada pihak Kecamatan Manyak Payed untuk dimanfaatkan dalam perencanaan pemulihan wilayah.
Kepala Seksi Pelayanan Kecamatan Manyak Payed, Desriani, SE., menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. “Peta yang diberikan sangat membantu kami dalam melihat sebaran dampak banjir dan akan bermanfaat dalam mendukung perencanaan ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Zaidan Zikri Malem menegaskan bahwa data spasial yang dihasilkan dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas pemulihan wilayah terdampak.
“Pemetaan ini diharapkan menjadi referensi dalam penyusunan langkah pemulihan serta penguatan pengelolaan data kebencanaan di tingkat wilayah,” tambahnya
Kegiatan ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan teknologi geospasial dalam mendukung penanganan dan pemulihan bencana berbasis data, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan kebencanaan.

Post a Comment